SIWALIMA.id > Berita
10 Personel Polda Maluku Ikut Seleksi S2 STIK Reguler dan RPL
Online | Selasa, 3 Maret 2026 pukul 14:35 WIT

AMBON, Siwalima.id – Polda Maluku membuka seleksi Program Pendidikan S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Reguler angkatan ke-16 dan S-2 STIK RPL angkatan 1 tahun 2026.

Pembukaan Program Pendidikan S2 STIK ini, sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas dan adaptif terhadap dinamika zaman ini di ikuti 10 personel.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas panitia serta peserta seleksi yang digelar secara virtual dari Ruang Command Center Lantai IV Mapolda Maluku, Senin (2/3).

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi menjelaskan, kegiatan itu dipimpin terpusat oleh Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Erthel Stephan dari Mabes Polri.

Di Ambon, kegiatan dihadiri Karo SDM Polda Maluku, Kombes Jemi Junaidi bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda lainnya masing-masing Kabid Propam, Kabid Dokkes, Kabidkum, Kabid Humas, Korsahli Kapolda, Wadir Lantas, serta Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku.

“Berdasarkan data Panitia Daerah Polda Maluku, sebanyak 10 personel Polri telah terdaftar dan siap mengikuti seluruh tahapan seleksi pendidikan S2 STIK tahun anggaran 2026,” tulis Kombes Rositah.

Sementara itu, Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Erthel Stephan dalam arahannya menjelaskan, seleksi pendidikan pengembangan tersebut, merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan integritas, kompetensi, serta kualitas kepemimpinan personel Polri sesuai ketentuan Perkap Nomor: 4 tahun 2019.

Perbedaan antara pendidikan akademik seperti S1, S2, dan S3 STIK dengan pendidikan manajerial Polri, antara lain PKP, PKA, sespimma, sespimmen, hingga sespimti dan Lemhannas.

“Seleksi S2 STIK tahun ini menjadi tahap awal penyesuaian kebijakan pendidikan Polri dengan kebijakan Kemendiktiristek. Ini langkah positif agar lulusan Akpol dapat langsung menyesuaikan diri ke jenjang S2. Kita harus adaptif terhadap perubahan dan perkembangan situasi,” ucap Brigjen Erthel.

Ia juga mengungkapkan, adanya kebijakan baru yang memberi ruang lebih luas bagi personel Polri, yakni penurunan pangkat minimal peserta dari AKP menjadi Iptu dengan masa dinas nol tahun. Secara nasional, jumlah peserta seleksi mencapai 553 orang.

Sementara itu Karo Dalpres SDM Polda Maluku, Kombes Jemi Junaidi menegaskan, pakta integritas bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral dan institusional guna memastikan proses seleksi berjalan objektif, jujur dan berkeadilan.

“Seleksi ini adalah kesempatan emas bagi personel Polri untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalisme. Namun, peluang ini harus dijawab dengan kesiapan diri, integritas dan kualitas. Jangan hanya mengandalkan rekam jejak penghargaan, tetapi buktikan kemampuan secara nyata dan terhormat,” kata Jemi.

Ia juga mengingatkan peserta agar mampu mengelola waktu dan energi secara proporsional antara tugas kedinasan, proses belajar, serta waktu istirahat. Pelaksanaan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas ini mencerminkan keseriusan Polri, khususnya Polda Maluku, dalam mendorong transformasi SDM yang presisi dan berdaya saing.

Penyesuaian persyaratan pangkat serta integrasi dengan kebijakan pendidikan nasional menjadi signal bahwa, Polri semakin terbuka, adaptif, dan berbasis merit.

Dengan menjunjung prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), seleksi ini diharapkan melahirkan perwira Polri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas tinggi dan siap menjawab tantangan pelayanan publik di era modern.(S-25)

BERITA TERKAIT